Bogor - Program Makan Bergizi Gratis yang merupakan program nasional pemerintah banyak menuai masalah di lapangan pasalnya selain menu banyak ditemukan tidak sesuai Empat sehat Lima sempurna dan makanan yang sudah basi.


Program (MBG) pada dasarnya program yang sangat baik sekali yang di gagas oleh presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk, meningkatkan Gizi dan nutrisi agar sehat untuk anak - anak usia sekolah Sekolah Dasar hingga menengah.


Namun program tersebut diwarnai ktidak sesuaian oleh oknum pengelola dari MBG. Seperti yang terjadi di MBG Tanjungsari yang berlokasi di wilayah Desa Pasirtanjung Kecamatan Tanjungsari - Bogor timur banyak siswa - siswi dan orang tua siswa yang mengeluhkan makanan yang di berikan tidak sesuai dengan harga dari aturan yang ditentukan jika dihitung nominal (Rp.15000) .

Hal tersebut menjadi sorotan Aktivis LSM - KPK RI - DPK Jawabarat, Januardi Manurung (JM) biasa dipanggil memberikan komentar soal MBG di Tanjungsari. Ya pada dasarnya program yang bagus ini belum siap di negara kita Indonesia karena, sosialisasi yang minim, dan kurangnya pengawasan / Kontrol dari pihak terkait kepada pihak pengelola MBG itu."Ujar JM melalui pesan WhatsApp nya.

Ia juga berharap program Makan Bergizi Gratis ini di evaluasi karena menurut hemat saya tidak efektif dan banyak celah bagi oknum pengelola bermain kotor dengan program bapak presiden. Padahal tujuannya sangat bagus dan mulia. Hanya sambung JM itu tadi oknumnya di MBG bukan hanya di Tanjungsari , Cariu tapi ini ditemukan diseluruh MBG Nasional ,memang tidak semua tapi harusnya pemerintah juga bisa mengambil sikap tegas kepada pihak pengelola yang tidak benar."Tandas JM.

iklan sidebar-1

Lanjutnya - Apalagi jika oknum pegawai MBG melarang wartawan meliput kegiatannya, itu sudah menimbulkan kecurigaan (Asumsi) negatif ada apa. kan begitu, Wartawan sedang menjalankan tugas sebagai kontrol sosial supaya ada keseimbangan informasi yang disampaikan kan begitu."Tutupnya. (MRC)