JAKARTA ~ Riang Hati Gee (orang tua Winer Sarumaha) : Awal mulanya saya minta tolong sama mantan ejen saya di medan yg bermama Endang, saya menelpon dia untuk carikan anak saya kerja, lalu malam itu mantan ejen itu menghubungi saya dan menggabungkn nomor kenalannya di malaysia yang bernama Nuna ( Enjel), kemudian besok nya saya lanjut telponan sama Nuna untuk menanyakan majikan buat anak saya Winer Sarumaha, dan si Nuna bilang, " ada Kaka majikan, Ujar Nuna

Kemudian Nuna pesan greb buat jemput anak saya di tempat teman ku yang posisi di Kuala lumpur (KL) dan setelah anak saya di jemput ternyata tidak langsung ke tempat majikan, malah di titipkn anak saya ke temannya, dan tema nya Nuna itu menitipkan anak ku lagi ke teman nya, dan akhirnya anak ku itu di bawa ke Perak, setelah selang 2 minggu anak ku itu kembali ke tempat teman si Nuna itu dan saya suruh si Nuna telpon kakak itu yang mengaku majikan anak saya, setelah saya telpon kakak itu saya tanya dia, kakak apa betul kakak majikan anak saya dia menjawab saya bukan! lalu saya tanya kenapa kakak tahan anak saya klo emang kakak bukan majikan, di situ dia marah sampai hp anak ku di banting dia dan selama di situ anak ku pun tidak di gaji, setelah keluar dari kakak itu, si Nuna menyuruh teman nya si Wendi untuk jemput anak ku, dan setelah di jemput saya suruh si Nuna untuk kembalikn anak saya ke alamat semula, tapi si Nuna tidak mau dia cakap biar dia kerja lewat teman ku yg bernama wendi kakak, setelah saya setujui, saya minta sama Nuna supaya majikan membelikan hanpon (HP) untuk anak saya walau cuma seken dan sekalian membayar uang grep anak saya yg saya pinjam sama teman sebesar 500rm, tapi si Wendi cakap tidak bisa ambil uang sama majikan sebab nanti gaji ana mu terpotong setiap bulan, dan Wendi bilang kita tunggu saja sampai 2 minggu kalau anak mu betah kata majikan mau belikan HP buat anak mu dan tidak di potong gaji dan saya tunggu janjinya Wendi, ternyata tidak jelas, dan setiap saya tanya Wendi kapan ke tempat majikan anak ku, selalu dia kasi alasan yg tidak masuk di akal, bahkan saya sudah bolak balik minta nomor majikan serta alamat majikan tapi tidak di bagi, dan ujung nya dia caci maki saya dan terakhir memblokir nomor saya sampai 3 bulan lebih saya menggu itikad baik mereka namun mereka berbagai macam cara untuk mencari alasan serta menghindar di setiap pertanyaan saya, bukti dan alasan mereka sudah saya amankan dan bukti ancaman mereka juga sudah saya amankan.
Perdagangan manusia adalah kejahatan serius yang melibatkan eksploitasi dan penyalahgunaan hak asasi manusia. Di Indonesia, perdagangan manusia diatur dalam UU No. 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO).
*Sanksi bagi pelaku perdagangan manusia:*
1. Pidana penjara: Maksimal 15 tahun dan minimal 3 tahun.
2. Denda: Maksimal Rp600 juta dan minimal Rp120 juta.
3. Pidana tambahan: Perampasan harta benda hasil kejahatan.
*Pasal-pasal yang terkait:*
1. Pasal 2 UU PTPPO: Mengatur tentang perdagangan orang dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun.


