KOTA BOGOR, sorotrepublika.com,- Sebuah warung kecil yang berada disisi Jalan Raya dekat perbatasan antara Kabupaten dan Kota Bogor, Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara, diduga kuat menjual obat-obatan keras tanpa izin edar jenis tramadol dan hexymer.

Hasil pantauan tim awak media di sekitar lokasi warung terlihat keluar masuk anak-anak remaja untuk membeli obat-obatan jenis tramadol dan hexymer tersebut. Selasa, (11/06/2024)
Informasi yang dihimpun media di sekitar lokasi diketahui warung ini belum lama beroperasi. Hal ini disampaikan salah satu warga yang sedang makan disebuah warung setempat berinsial Jef memberi keterangannya.
"Ya, warungnya itu sering di datangi anak-anak remaja, terkadang juga ada orang tua yang pakai motor. Nggak tahu mereka beli apa, padahal warungnya ngak keliatan barang dagangan yang dijual," terangnya
Selintingan kabar yang dia terima bahwa warung itu jual obat. Terkait jenis obat yang dijual yang bersangkutan tidak mengetahui persis.
Tentunya ini hal ini sangat memperihatinkan buat kita sebagai orang tua. Khawatir anak-anak akan terjerumus ke hal yang negatif, sudah seharusnya menjadi perhatian semua pihak, baik APH, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama.
Sementara itu, Sekertaris Jenderal Gerakan Nasional Anti Narkotika (Sekjen GRANAT) DPC Kabupaten Bogor, Julianda Efendi mengatakan, Indonesia saat ini darurat narkoba.
Lemahnya tindakan yang membuat efek jera dari pihak-pihak terkait, khususnya Aparat Penegak Hukum (APH) membuat oknum mafia perusak generasi penerus bangsa bebas melakukan aksi haramnya dengan memperjualbelikan obat-obatan terlarang golongan G seperti Tramadol dan Excimer ini.
"Indonesia darurat narkoba, terkhusus Kabupaten dan Kota Bogor, dengan maraknya peredaran obat-obatan terlarang jenis narkotika (Tramadol dan Excimer) ini," ujar Julianda melalui sambungan telepon, Selasa, 18 Juni 2024.


