PAPUA PEGUNUNGAN | SOROTREPUBLIKA.COM_ Pertama Takbir baru saja buat fitnah dengan menuduh seolah-olah saya cari muka digroup karena PJ Gub PP bergabung dalam group ini. Memangnya muka saya hilang jadi harus cari? Sejak kapan muka saya hilang? 

Ini pertama anak ini (Takbir Asso) tersesat pikiran bisa muncul jadi fitnah keji. Kamu pikir saya cari muka macam kelakuan kamu depan orang pura-pura sholeh, sopan agar dianggap beradab, berakhlaq islami, seperti kelakuanmu model itu k?

 Kedua

Kemunafikan kedua karena takbir tak menunjukkan surat undangan sidang kepada terlapor (foto dimuat sidang soal apa, masalah apa, tidak jelas), karena kalaupun ada gugatan kubu calon anggota MRP tak lolos Hamka Yelipele, yang harus digugat dan dipanggil bukan Ismail Asso, tapi Mendagri, PJ Gub, Kesbangpol dan Pansel MRP bukan Ismail Asso sebagai calon.

Hamka Yelipele dan Ismail Asso dan siapapun calon menyerahkan berkas diteliti kelengkapan syarat oleh Pansel (Panitia Seleksi) bukan calon sendiri ini keliru, sesama calon sebagai pelamar Angggota MRP tidak punya kewenangan apalagi bukan penentu keputusan siapa yang diloloskan dan digugurkan.

iklan sidebar-1

Ini menunjukkan Takbir Asso tidak tahu mekanisme atau pura-pura tidak tahu (munafiq), atau sedang cari simpati dihadapan Hamka Yelipele dan kelompok barisan sakit hati. 

Takbir Asso bisa dianggap bodoh tapi pura-pura mengerti atau memang tak mengerti mekanisme penetapan kursi MRP siapa diloloskan siapa yang belum layak sehingga gugur sepenuhnya kewenangan Mendagri dan itu melalui tahapan seleksi ketat berdasarkan berbagai kriteria sesuai kompotensi bukan asal duduk dikursi berdasar kemauan dan ambisi pribadi untuk kepentingan kelompok.

Seseorang bisa dianggap mampu dan sanggup melalui banyak pertimbangan berdasarakan persyaratan kwalifikasi kopetensi berbagai aspek sosial budaya dan politik agama serta pemahaman adat budaya Papua lebih khusus aspek keagamaan secara luas selain kepribadian dalam keseharian dalam pergaulan, mislanya menjalankan perintah dan menjauhi larangan agama seperti miras dan sebagainya sehingga seseorang diberi pertanggungjawaban memikul amanat umat dipundaknya.

Ketiga