INDRAMAYU ~ Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu menjadi sorotan publik. pasalnya Sugiarto, kepala UPTD Kebersihan kecamatan Karangampel kabupaten Indramayu diduga kuat telah menyalahgunakan jabatannya.

Dimana armada truk pengangkut sampah dengan Pasokan solar yang disesuaikan dengan jangkauan rute operasional masing-masing unit ke TPS/TPA.


Menurut informasi yang dapat dipercaya, Pasokan Solar di tahun 2025, 2024, 2023 atau selama kepala UPTD Karangampel dijabat oleh Sugiarto, Pasokan BBM jenis Solar tiap hari disediakan 45 liter untuk satu armada pengangkut sampah.

Armada operasional di bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu umumnya menggunakan BBM bersubsidi, dengan pasokan kuota yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional harian.

Informasi yang kami dapat dari mantan supir Truk pengangkut sampah, "Sejak kepala UPTD kebersihan karangampel dijabat oleh Sugiarto diduga menyalagunakan pasokan BBM jenis Solar dengan cara memerintahkan supir, semua supir diperintahkan untuk target 3 rit dengan kapasitas Solar 21 liter setiap hari, dan jika supir hanya dapat 2 rit maka sisa solar harus dikembalikan 5 liter, padahal sesuai yang tersedia 45 liter setiap hari untuk satu armada. katanya untuk menambah pemasukan kas, adapun yang melakukan pengambilan solar dilakukan oleh Tendy atas perintah dari Bos."

iklan sidebar-1

Lanjut mantan supir, "Sugiarto selalu mengingatkan para supir, agar supir berfoto didepan mobil dekat selang pengisian BBM untuk laporan kedinas, seolah-olah olah setiap hari mengisi BBM di SPBU yang sudah ditentukan. Oknum SPBU mendapatkan upah (imbalan) membantu penjualan Rp. 800.00.-/liter dari hasil penjualan." Paparnya.

Dipertengahan tahun 2025 Sugiarto menyampaikan di hadapan semua supir dengan menggunakan bahasa Indramayu, "Pien lagune kin pir soal duit solar, yen di masukaken ning kas kabe pien? engko aturane separoh kanggo supir sebaturan, terus separoe kanggo kita duit kuen kuh, dicairakene akhir tahun," Kata Sugiarto kepada semua supir yang sedang berkumpul.

Jika di hitung dari jumlah 45 liter solar, dan hanya digunakan 21 liter perhari yang tersisa 24 liter perhari atau kalau dihitung satu bulan = 30 hari dikali 24 liter x Rp.6800 harga/liter x 7 Armada = ± Rp .34.272.000.00.- /bulan) jika dihitung dalam satu tahun terkumpul uang sisa solar berkisar Rp. 411.264.000.00. dan jika dikali 5 tahun tentu jumlahnya sangat fantastis.

Ketika dikonfirmasi oleh awak media, Sugiarto mengatakan, bahwa apa yang ditanyakan oleh awak media itu tidak benar, tetapi Sugiarto justru menerangkan sudah diaudit oleh BPK dan sudah ada pengembalian uang, hal itu justru memunculkan pertanyaan baru.