Bogor, Megamendung, Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh tindakan 2 (Dua) Okum Guru SMK di Kecamatan Megamendung, Jl. Cikopo Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor diduga melakukan tindak kekerasan terhadap Tiga siswa dari sekolah tersebut.

Asep, orang tua korban, menjelaskan kepada Media kronologis kejadian, seorang oknum guru matematika berinsial "A"  melakukan tindakan penjambakan disertai penamparan serta ucapan yang kurang pantas dilontarkan oleh seorang pendidik pada seorang murid bernama Dafa, pada hari Jum'at, (28/08/2023) diruangan kelas yang disaksikan oleh teman-teman sekelas.

"Oknum guru A tersebut melakukan penjambakan dan penamparan terhadap anak saya disertai ancaman "jika kamu dikeluarkan kamu harus Gentlemen jangan nangis apalagi bunuh diri" itu yang diucapkannya" tutur Asep.

Masih lanjut Asep, oknum Guru yang Dua berinsial F yang mengajar Bahasa Arab, melakukan manipulasi informasi atau memutarbalikan fakta dengan mengatakan, bahwa anak saya sudah berlangsung dua bulan melakukan pemalakan dan pengancaman terhadap anak siswi SMK seangkatannya, bahkan menuduh anak saya melakukan pemukulan sampai berdarah terhadap siswa yang lain." Ujar Asep dengan kesal.

Masih menurut Asep,

iklan sidebar-1

"Oknum guru yang ke Tiga berinsial "Fad" seorang pengajar PKK, menantang berkelahi pada Dafa yang notabene adalah muridnya sendiri, hanya karena akan menghampiri orang tuanya serta kepala sekolah SMK Sumpah Pemuda untuk cium tangan dilingkungan sekolahannya" terang Asep.

Sampai berita ini tayang, media masih melakukan verifikasi lebih lanjut. (Red)