BOGOR, sorotrepublika.com - Di saat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) turun langsung membantu serta memberikan solusi terhadap warganya yang kesusahan, di Kabupaten Bogor, tepatnya di Kp. Kebon Rumput, RT 05/03, Desa Pasir Jambu, Kecamatan Sukaraja, Dede Aisyah (40) seorang janda beranak 3 (tiga) harus mengungsi ke rumah adiknya untuk berlindung dikarenakan rumahnya rusak parah (90%) akibat bencana.
Hujan deras disertai angin kencang pada hari Senin (05/05) lalu mengakibatkan kediaman Dede Aisyah rusak parah (foto-red) dan sudah tidak dapat lagi ditempati oleh Ia dan ketiga anaknya.
Dengan isak tangis, Dede Aisyah menceritakan bagaimana musibah yang menimpanya sudah lebih sebulan yang lalu hingga saat ini belum mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah untuk perbaikan rumahnya.
"Kalau bantuan dari Bu Camat ada seperti duit Rp. 200.000,- dan sembako, terus terpal sama sembako dari BPBD. Ada juga bantuan sosial dari Sentra Galih Pakuan Bogor berupa tas satu buah dan peralatan belajar bocah (anak), tapi kalau dari pemerintah desa yang datang Sekertaris desanya sekedar monitoring," ujar Dede Aisyah saat ditemui di kediaman adiknya yang bersebelahan dengan rumahnya yang terdampak bencana, Sabtu, 14 Juni 2025.
Dede Aisyah melanjutkan, dirinya tidak berharap terlalu banyak untuk perbaikan rumahnya, hanya sekedar agar atap rumah dan temboknya tertutup rapat juga sudah Alhamdulillah.
"Bila dapat bantuan sekedar untuk atap rumah dan temboknya tertutup rapat untuk berlindung Ia dan ketiga anaknya saja juga Alhamdulillah, syukur-syukur bila dapat lebih, yang penting tidak numpang lagi ke adik, malu pak, sudah sebulan lebih saya numpang," ucap Dede Aisyah dengan meneteskan air mata.
Dede Aisyah berharap semoga Bapak Aing (KDM-red) mendengar musibah yang saya alami agar dapat memberikan solusi yang bijaksana.
"Semoga Bapak Aing dapat memberikan solusi, karena kalau untuk memperbaiki sendiri saya tidak mampu," ungkap Dede Aisyah yang kesehariannya berdagang es seribuan dan jajanan anak- anak di depan rumahnya yang kini tidak dapat ditempati.
Dari informasi Anay Suhendar pada Sabtu (10/05), yang merupakan salah satu ketua RT wilayah, tepatnya RT 03/01, bahwa pihak desa sudah mengirimkan surat permohonan ke Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor bagian rumah bencana pada tanggal 6 Mei yang lalu, 2 hari pasca kejadian.


