Indramayu, SorotRepublik.Com — Keberadaan sponsor Pekerjaan Migran Indonesia (PMI) sebagai kepanjangan tangan rekrutmen, sering kali menjadi sasaran kemarahan dari keluarga calon pekerja migran Indonesia (CPMI) setelah kecewa, masalah ini dialami oleh penyalur (Rusdi) yang beralamat desa Bulak Blok Bloran RT 004, RW 003 Kecamatan Kandanghaur kabupaten Indramayu, ia didatangi dan diancam berkali kali oleh keluarga CPMI dengan cara menelpon dan mengirim foto dan vidio (sedang dengan Polisi) kepada Rusdi. (24/09).

Menurut keterangan Rusdi, "Awalnya CPMI Ariyanto mendatangi Rusdi dan menanyakan job pekerjaan untuk TKL diluar negeri, karna untuk Job yang diminta oleh Ariyanto tidak ada Rusdi akhirnya mencari informasi, setelah mendapatkan informasi dari Salim untuk pemberangkatan cepat untuk job kerja diperkebunan diluar negeri, Salim merupakan rekanan dari dulu yang mengenal salim dengan profesi yang sama dengan dirinya, tanpa nunggu lama Rusdi menghubungi Ariyanto, 

Setelah ketemu dengan Ariyanto dan memeriksa berkas menurut Rusdi berkasnya banyak yang kurang, disitu Rusdi meminta biaya puluhan juta rupiah untuk membantu pembuatan surat kelakuan baik, perbaikan KTP dan pembuatan Ijazah menyuruh seseorang dengan cara diduga dimanipulasi.

Setelah persyaratan selesai dan dianggap cukup, kemudian ada informasi dari Salim kepada Rusdi 15 hari ada penerbangan, Rusdi akhirnya mendatangi rumah Ariyanto yang pada saat itu sedang sibuk hajatan, tentu informasi tersebut disambut dengan bahagia oleh keluarga, dengan susah paya keluarga Ariyanto menyiapkan uang sisahnya yang kemudian diserahkan kepada Rusdi, menurut Rusdi uang yang diterima dari Ariyanto hanya 70 juta dan 70 juta tersebut diserahkan semua melalui ditransfer  bukti print out ada kepada Salim.

Namun isu yang berkembang dimasyarakat Rusdi dituduh telah mengutip uang ratusan juta rupiah, sementara hasil konfirmasi awak media kepada Kuasa hukumnya, "Pak Salim menyampaikan kepada saya, benar  Saya menerima uang dari Rusdi tetapi hanya menerima uang sebesar Rp 65.000.000.00,- hanya itu bahkan uang bensinpun tidak dikasi sama Rusdi, jadi soal uang Ariyanto yang diminta oleh Rusdi berbeda dengan uang yang diserahkan ke saya, adapun uang yang saya terima sebesar Rp 65.000.000.00,- akan dikembalikan pada tanggal 27 September 2024 melalui PT sesuai kesepakatan dengan pihak Ariyanto," kata Salim kepada Alan. Senin (23/09)

iklan sidebar-1

Menurut Rusdi setelah CPMI dinyatakan gagal dan sudah kembali ke rumahnya, Rusdi merasa kecewa kepada Salim sebagai teman yang memberi informasi Job, Rusdi juga menyayangkan kepada Arianto yang memblokir nomernya dan tidak menghubunginya pada saat berangkat dengan Salim, ujung ujungnya sekarang menuntut uang kembali dan akan melaporkan kepada pihak yang berwajib, padahal menurutnya dia juga korban apa lagi sekarang nama baiknya sudah dicemarkan dan menjadi bola liar dimasyarakat.

Tentu kasus ini tidak bisa dianggap remeh, Berita ini agar menjadi perhatian bagi pemerintah khususnya Disnaker Indramayu, BP2MI Indonesia dan aparat penegak hukum (kepolisian) dan dapat menindak lanjuti dan mendalami agar dari hulu ke hilir biar terang benderang.

-Ariyanto CPMI yang merasa dikutip uang ratusan juta rupiah oleh Rusdi,

-Rusdi merasa menerima uang 70jt dan diserahkan kepada Salim melalui transfer.