BOGOR, Sorotrepublika.com – Aktivitas prostitusi yang diduga melibatkan wanita malam di wilayah Kemang, Kabupaten Bogor, kembali menjadi sorotan di bulan suci Ramadhan. Warga menilai praktik tersebut semakin meresahkan, terutama karena dilakukan secara terbuka pada malam hari di beberapa titik wilayah pinggir jalan raya Kemang Bogor. 

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas melalui operasi penertiban atau razia guna menjaga ketertiban umum dan menghormati suasana keagamaan di bulan Ramadhan.

*Yayasan Ketua Masyarakat Pasundan Raya, Dian Akhyar, SH,* menyampaikan bahwa penanganan permasalahan ini tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum semata, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah di tingkat wilayah hingga tokoh keagamaan.

Menurutnya, pemerintah tingkat desa dan kecamatan harus lebih responsif terhadap laporan masyarakat terkait dugaan praktik prostitusi yang beroperasi pada malam hari.

“Peran serta pemerintah tingkat desa, kecamatan, dan MUI tingkat kecamatan harus mengambil langkah tegas. Pada bulan suci Ramadhan, kondisi lingkungan harus dijaga agar tetap kondusif dan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat,” ujar Dian Akhyar, SH.

iklan sidebar-1

Ia juga menambahkan bahwa razia terpadu yang melibatkan aparat pemerintah daerah dan unsur terkait dinilai perlu dilakukan sebagai langkah pencegahan sekaligus pelatihan terhadap pihak-pihak yang terlibat.

Warga berharap adanya tindakan nyata dari pemerintah daerah Kabupaten Bogor agar praktik malam prostitusi di wilayah Kemang tidak terus berlanjut, terutama di bulan suci Ramadhan yang seharusnya menjadi momentum untuk menjaga dan menjaga nilai-nilai moral di tengah masyarakat.

Selain penertiban, masyarakat juga mendorong pendekatan pendidikan dan pengawasan berkelanjutan agar permasalahan serupa tidak terulang kembali di kemudian hari. (Rahmamudin)