Jakarta,-- Nama BES dikenal luas di ruang publik sebagai advokat, aktivis Islam, sekaligus tokoh gerakan buruh. Kiprahnya telah melintasi berbagai fase sejarah Indonesia, mulai dari pergerakan mahasiswa di era Orde Baru, dunia akademik, hingga penanganan sejumlah kasus hukum nasional yang menyita perhatian publik.

Perjalanan panjang tersebut tidak dapat dilepaskan dari latar belakang aktivisme mahasiswa yang membentuk pandangan kritis dan sikap politiknya hingga saat ini.

Aktivisme Mahasiswa dan HMI

BES mulai aktif dalam dunia pergerakan mahasiswa sejak akhir 1970-an. Ia tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jayabaya, Jakarta, sekitar tahun 1979. Pada masa itu, ia bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), organisasi mahasiswa Islam yang dikenal vokal mengkritisi kebijakan negara, khususnya pada masa penerapan asas tunggal Pancasila di era Orde Baru.

Di lingkungan HMI, BES pernah menduduki sejumlah posisi strategis, baik sebagai pengurus maupun pimpinan cabang di Jakarta. Ia dikenal berada dalam arus kritis terhadap kekuasaan. Catatan internal pergerakan menyebutkan keterlibatannya dalam dinamika HMI menjelang dan pasca Kongres HMI 1986 di Padang, sebuah peristiwa penting yang memicu perpecahan organisasi dan melahirkan HMI Majelis Penyelamat Organisasi (MPO).

iklan sidebar-1

Pasca-kongres tersebut, BES disebut berperan dalam pembentukan dan penguatan HMI MPO, termasuk pada level kepemimpinan pusat pada pertengahan hingga akhir 1980-an.

 Aktivisme ini membuatnya beberapa kali berhadapan dengan aparat keamanan, termasuk pengalaman penahanan, meskipun detail resmi terkait kasus dan durasinya tidak banyak terdokumentasi dalam arsip pengadilan terbuka.

Studi Lanjut dan Pengalaman Internasional

Pada akhir 1980-an hingga awal 1990-an, BES melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Sejumlah sumber menyebutkan ia pernah menempuh studi di Jerman dengan dukungan beasiswa. Masa tersebut bertepatan dengan dinamika global pasca-Perang Dingin yang turut memengaruhi pandangan politik dan intelektualnya.