BOGOR • Kata-kata yang tidak pantas yang mengandung unsur pelecehan dan tindakan amoral yang diduga sering dilakukan oleh oknum guru SMP Berbasis keagamaan di kecamatan Bojonggede kabupaten Bogor kini menjadi sosok menakutkan dan jadi sorotan publik.
Pasalnya kata kata yang tidak pantas itu kerap kali keluar dari mulut oknum guru pada saat murid sedang diruangan kelas dan beraktifitas belajar.
Kejadian pada tanggal 29 Agustus 2025 diruang kelas salah satu Siswi kelas VII, ketika Murid sedang diabsen dan disebut namanya ia lupa mengangkat tangan kirinya dikarenakan tangan kanannya sedang memegang lilin yang sedang ada tugas dari sekolah, karna merasa salah ia langsung meminta maaf kepada Oknum Guru sembari mengganti mengangkat tangan kanannya, akan tetapi oknum guru tersebut mengatakan dengan lantang, " tangan kirinya buat megang M*M*K," . Ujar Oknum Guru tersebut.
Kemudian murid yang berada diruangan kelas merasa kaget atas ucapan guru dan murid berteriak tanda tidak pantas dan risih apa yang diucapkan oleh seorang guru yang seharusnya menjadi panutan, dianggap salah oleh murid lagi lagi oknum guru mengatakan, " Buat megang Ta'i " ketusnya.
Kemudian terjadi lagi pada hari senin tanggal 8 September 2025, diruangan kelas ketika oknum guru tersebut sedang memeriksa Pekerjaan Rumah (PR) terkait jawaban soal A,B,C,D dan murid menjawab dengan hurup B yang dianggap salah oleh oknum guru, kemudian oknum tersebut mengatakan B M*K. masi di jam pelajaran yang sama Oknum Guru sambil mengabsen ada salah satu murid yang tidak masuk karna sakit, Oknum Guru mempertanyakan kepada muridnya, dan salah satu murid ada yang menjawab sedang sakit, kemudian oknum tersebut menanyakan lagi " Sakit apa?". Ujarnya. Murid menjawab " Tidak tahu pak". Ujarnya, Kemudian sepontan di jawab oleh oknum guru sendiri. " Anunya lecet apa benyenyeh." Ketusnya.
Kemudian pada hari Senin, 09 September 2025 seperti biasa oknum guru sedang mengabsen muridnya, oknum tersebut tidak memanggil sesuai nama yang bersangkutan melainkan diberi embel embel belakang "M*K", kemudian oknum guru menghukum beberapa murid laki laki yang tidak mengerjakan PR untuk berdiri didepan kelas sambil menghadap ke papan Tulis, setelah siswa laki laki berdiri dan melaksanakan hukuman yang diperintah oleh oknum tersebut, kemudian oknum guru tersebut mendekati murid yang sedang diberdiri dan meremas alat vitalnya dari belakang.
Atas kejadian tersebut wali murid mengadukan masalahnya kepada guru bagian kesiswaan yang berinisial N, kemudian N menegaskan bahwa memang benar banyak aduan, sering terjadi sejak lama dan sudah dilaporkan kepada kepala sekolah.
Diruangan kelas guru kesiswaan menyampaikan kepada semua murid bahwa kalau Sampai terjadi lagi kepada salah satu murid silahkan keluar dari ruangan kelas dan yang lain boleh mengikutinya," katanya.
Murid merasa takut dihukum oleh oknum guru tersebut, guru kesiswaan menegaskan, ". Saya yang nyuruh dan saya yang bertanggung jawab". Tandasnya.


