BOGOR,- sorotrepublika.com Keberatan atas pemberitaan terkait terbengkalainya proyek rehabilitasi ruang kelas SDN Sukamaju, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor karena pengerjaanya terhenti kurang lebih 1 (satu) bulan, penyedia jasa tuduh awak media melakukan fitnah.

Menurut HA (penyedia jasa), seharusnya konfirmasi dulu ke kepala sekolah atau ke dinas, jangan berdasarkan video call (VC) wali murid yang tidak tahu apa-apa. 

Lanjut HA, terkait terhentinya pengerjaan proyek rehabilitasi ruang kelas SDN Sukamaju selama kurang lebih 1 (satu) bulan adalah fitnah. 

"Kalau bikin berita klarifikasi dulu yang betul, saya dulu juga bekas Kabiro Metro tahun 2004, saya gak begini main angkat saja. Terhenti 1 (satu) bulan dari mana, orang baru diliburin 3 hari, itupun nunggu antrian baja ringan, itu fitnah namanya," ujar HA melalui voice note, Senin 27 November 2023.

Jangan fitnah begini lanjut HA, ini anak buah sambil menyebut nama seseorang yang merupakan sekjen PWI Kabupaten Bogor, atau anak buahnya siapa, Ciber mana nih.

iklan sidebar-1

"Saya pasti ngadu besok-besok ke PWI nya, tanyain saja ke orang PWI nya, Hendra Ewok gitu bilangi. Jangan begini, jangan fitnah begini, saya bisa laporin ini kalau gak diklarifikasi. Bila perlu abang datang ke rumah saya atau ketemu dimana sama saya, jangan begini caranya,ini ngajak perang sama saya kalau begini mah," kata HA dengan nada emosi.

Dari hasil telusur awak media di lapangan pada Selasa 28 November 2023, tampak pengerjaan proyek rehabilitasi tersebut sudah mulai kembali dikerjakan. Namun terkait pernyataan HA yang menyatakan pekerjaan diliburkan selama 3 (tiga) hari karena menunggu antrian baja ringan sangat bertolak belakang dari keterangan beberapa pengajar (guru) di sekolah tersebut.

Ditemui di ruang guru, RN yang merupakan salah satu tenaga pengajar mengatakan bahwa pekerjaan rehabilitasi ruang kelas tersebut sudah hampir satu bulan lebih terhenti.

"Alhamdulillah sudah mulai dikerjakan, tapi memang sempat terhenti kurang lebih satu bulan," ungkap RN singkat diikuti guru lain yang ada di ruangan.