SOROTREPUBLIKA_JAKARTA | Kabar pelantikan model sekaligus penyanyi Ayu Aulia sebagai anggota tim kreatif Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) menuai polemik di ruang publik. Informasi yang sempat diunggah langsung oleh Ayu Aulia melalui media sosial tersebut memicu beragam reaksi, mulai dari dukungan hingga hujatan warganet. Namun, pihak Kemhan secara tegas membantah bahwa Ayu Aulia dilantik atau memiliki penugasan resmi di lingkungan kementerian.
Ayu Aulia sebelumnya mengaku dilantik pada Jumat (19/12/2025). Dalam unggahan Instagram resminya @ayuandiyantiaulia, ia tampak mengenakan busana batik dan menuliskan keterangan “pelantikan”. Klaim tersebut diperkuat dengan pernyataannya di sejumlah wawancara, di mana Ayu menyebut telah melalui tahapan seleksi dan tes untuk dapat bergabung sebagai tim kreatif Kemhan.
Ia bahkan mengungkapkan bahwa pengacara Sunan Kalijaga menjadi penghubung awal informasi terkait seleksi tersebut. Ayu juga menyebut tidak semua figur publik yang mengikuti tes dinyatakan lolos. Namun demikian, pengakuan tersebut justru memicu kritik tajam dari warganet yang meragukan kapasitas dan kewenangannya.
Di tengah derasnya hujatan, Ayu Aulia mencurahkan kegelisahannya melalui unggahan bernuansa religius. Ia mengaku rindu Baitullah dan tak kuasa menahan tangis akibat komentar negatif yang terus berdatangan.
Menanggapi polemik tersebut, Kementerian Pertahanan melalui Kepala Biro Humas Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, memberikan klarifikasi resmi. Rico menegaskan bahwa Ayu Aulia tidak pernah dilantik, tidak diangkat, dan tidak memiliki penugasan apa pun sebagai tim kreatif Kemhan, baik secara struktural maupun nonstruktural.
Menurut Rico, acara yang dihadiri Ayu Aulia merupakan kegiatan organisasi kemasyarakatan Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia (GBNMI) yang kebetulan diselenggarakan di lingkungan Kemhan. Ia menekankan bahwa GBNMI bukan organisasi di bawah Kemhan, dan kehadiran Ayu Aulia hanya sebagai tim kreatif organisasi tersebut.
“Kemhan menegaskan bahwa Ayu Aulia tidak dilantik dan tidak memiliki penugasan apa pun di lingkungan Kemhan. Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di ruang publik,” ujar Rico, Jumat (26/12/2025).
Dengan klarifikasi tersebut, Kemhan berharap masyarakat tidak lagi terjebak pada informasi yang tidak sesuai fakta, sekaligus menegaskan pentingnya kehati-hatian publik figur dalam menyampaikan pernyataan di ruang publik. (Akbar)


