SOROTREPUBLIKA SUKABUMI| Warga Desa Kadaleman,Surade, Sukabumi,Jawa Barat membutuhkan waduk dan saluran air yang mampu mencukupi areal lebih dari seribu hektar lahan yang dimiliki oleh desa mereka dan desa tetangga di sekitarnya. Hal itu dikatakan oleh Kepala Desa Kadaleman Rosid pada Kamis (29/5) pagi di Kantor Desa Kadaleman,Surade, Sukabumi, Jawa Barat.

Menurut Kades Rosid, bagi petani yang ada saat ini jangan ditanyakan berapa jumlah ton padi kering giling. Mereka sulit mencapai target minimalis yang ada selama ini karena waduk dan saluran air ke sawah mereka porak poranda sejak bencana banjir besar yang terjadi pada 6 Maret 2025 melanda di sembilan kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Satu di antaranya adalah Kecamatan Surade yang terdampak banjir besar kala itu.

"Pintu air dari waduk Cikarang Cigangsa rusak parah.Jembatan penyeberang pun hancur luluh lantak diterjang banjir kala itu.Akibatnya, kami tidak lagi bisa untuk mendapatkan air dari sungai yang ada,"ungkap Kades Rosid.

Ia mengemukakan keluhan warga kepada Komisi IV DPR RI yang hadir ke Sukabumi untuk menemui para petani dan aparatus desa sekira 9 Mei 2025. Dan kisah pertemuan dengan anggora dewan pun disampaikan kembali di ruang tamu Kantor Desa Kedaleman kepada Yuliana Mahmud,SE,M.Si dan Suta Widhya SH yang datang sebagai tamu dari Jakarta dan Tangerang dalam rangka advokasi di bidang pertanian.

Rosid berharap kepada kedua tamunya yang hadir agar bisa menolong para petani yang bergantung pada pertanian untuk mendapatkan perbaikan waduk dan saluran air demi mengairi sawah mereka. Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Kasipem Sodikin, ahli pertanian Zainuddin dan belasan orang lainnya.

iklan sidebar-1

"Kami upayakan membantu dengan menyuarakan harapan bapak-bapak sekalian di sini. Untuk itu kami buatkan surat atas nama Kades Rosid kepada semua pihak terkait,mulai dari Camat,Bupati, Gubernur hingga Anggota Dewan dan Presiden Republik Indonesia sekaligus," kata Yuliana Mahmud menjawab kata sambutan Kades Rosid. Ade/HSW