JAKARTA, SOROT.R – Ketidakmampuan Polri mengemban amanat rakyat, amanat negara, amanat konstitusi, dan amanat kebenaran dan kejujuran telah menjadikan Institusi Polri sebagai instrumen kejahatan dan sarang para penjahat berseragam mentereng
Walaupun tidak semua aparat Polri bajingan, karena masih banyak aparat Polri yang bersih dan berintegritas, namun saat ini Polri tengah dipimpin para preman yang berjaga di penjaga keamanan. Kerja Polri selain seolah telah menjadi jongos oligarki Taipan, juga sebagai beking atau mungkin juga sarang berbagai kejahatan, mulai judi online (judol), prostitusi, miras, suap menyuap, dan perampasan tanah rakyat oleh para taipan. Fungsi utama Polri sebagai institusi penegakan hukum, pengamanan keamanan negara, dan pengayom masyarakat sudah hampir hilang sama sekali.
Artikel Terkait
Kaster TNI dan Kembalinya Orientasi Pertahanan Teritorial
Jika Rupiah Tembus Rp22.000, Alarm Bahaya Ekonomi Indonesia
Pemakzulan Prabowo – Gibran Makin Mendesak
Terjadi Di Pamulang Tangerang Selatan Rampas Barang Orang Lain Karena Tunggakan Belum Dibayar
Selama Jokowi berkuasa, Institusi Polri hanya diperalat jadi alat kekuasaan jahat, menindas rakyat, jongos para taipan, dan diduga ikut terlibat dalam berbagai kejahatan kriminal, mulai dari intimidasi, persekusi, kriminalisasi, sampai berbagai tragedi pembunuhan, mulai dari KM50, kasus 21-22 Mei 2019 yang mengungkapkan mujahid cilik Harun dab dan Raihan, tragedi kanjuruhan yang berlanjut lebih dari 200 orang, rezim rezimnya 894 KPPS secara misterius, dan meninggalnya ulama, ustadz, dan aktivis kebenaran dan keadilan secara mencurigakan.
Ketika Jokowi sudah lengser, seharusnya yang menjadi Panglima Tertinggi Polri adalah Presiden, namun pada kenyataannya Polri justru lebih tunduk kepada perintah Jokowi. Bahkan Jokowi terus ingin mengendalikan Pemerintahan Prabowo dengan menempatkan kaki-kaki tangannya untuk menduduki jabatan-jabatan strategis termasuk di lembaga-lembaga penegakan hukum seperti KPK, MA, Kejaksaan, dan MK.
Bahkan diduga Institusi Polri ikut melindungi berbagai gerakan makar yang dilakukan oleh para keturunan PKI yang telah bermetamorfosis menjadi komunis gaya baru (KGB) yang selama rezim Jokowi melindungi di balik kekuasaan Pemerintahan Jokowi. Saat ini para KGB ini telah menyusup ke berbagai institusi, baik Pemerintah, lembaga swasta, ormas umum dan ormas Islam, pesantren-pesantren, dan berbagai lembaga lainnya. Tujuan akhir mereka adalah _kudeta_ terhadap pemerintahan yang sah dan mereka ingin Indonesia menjadi Negara Komunis.


