(SR) Jakarta - Presiden Prabowo Subianto secara resmi menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan militer pada awal Maret 2026.

Surat duka cita tersebut ditujukan langsung kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan diserahkan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia Muhammad Boroujerdi di Jakarta pada Kamis 5 Maret 2026.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa langkah diplomasi ini dilakukan untuk menunjukkan rasa hormat Indonesia terhadap pemimpin negara sahabat di tengah situasi krisis yang sedang berlangsung.

Presiden Prabowo Subianto menulis surat duka cita atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang gugur dalam serangan militer pada awal Maret 2026 tulis Teddy Indra Wijaya melalui akun media sosial resminya.

Pernyataan resmi dari Istana ini sekaligus menanggapi kritik yang sempat muncul dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal yang menilai sikap pemerintah terkesan lambat dan dingin dalam menanggapi kejadian tersebut.

iklan sidebar-1

Dino Patti Djalal mengecualikan ketiadaan ucapan belasungkawa awal yang dianggap tidak sesuai dengan etika hubungan antarnegara sahabat serta konsistensi politik luar negeri bebas aktif Indonesia.

Menurutnya respons yang tertunda berpotensi mempengaruhi persepsi Iran terhadap peran mediasi Indonesia di tengah konflik Timur Tengah yang semakin memanas.

Pemerintah menegaskan bahwa surat duka cita telah dikirimkan menjelang prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei yang akan digelar di kota suci Mashhad dalam waktu dekat.

Penyerahan surat secara langsung oleh Menteri Luar Negeri kepada Duta Besar Iran menjadi simbol komitmen Indonesia dalam menjaga hubungan bilateral yang hangat dan erat dengan Teheran.