DEPOK, SOROTREPUBLIKA — Penemuan jasad WNA Inggris tewas tergantung di toilet Imigrasi Depok menghebohkan petugas dan warga sekitar lokasi kejadian pada Rabu, 22 April 2026 pagi.
Peristiwa yang terjadi di Kantor Imigrasi Kelas 2 Non TPI Depok ini langsung mengubah suasana pelayanan yang biasanya tenang menjadi penuh ketegangan. Seorang warga negara asing asal Inggris ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam salah satu bilik toilet kantor tersebut dalam posisi tergantung. Kejadian ini pertama kali diketahui oleh salah satu staf yang merasa curiga karena pintu toilet terkunci cukup lama tanpa ada jawaban dari dalam ruangan.
Tim identifikasi dari Polres Metro Depok segera tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara guna menyisir setiap sudut ruangan demi mencari petunjuk. Berdasarkan informasi awal, warga asing tersebut tengah berurusan dengan dokumen keimigrasian sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Penjagaan di sekitar area kejadian diperketat dan garis polisi dipasang untuk memastikan sterilisasi lokasi agar proses pengumpulan bukti tidak terganggu oleh kerumunan warga.
Pihak kepolisian masih terus menggali keterangan dari sejumlah saksi, termasuk petugas imigrasi yang terakhir kali melakukan komunikasi dengan korban sebelum peristiwa terjadi. Dugaan sementara mengarah pada tindakan nekat, namun polisi tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum hasil autopsi keluar secara resmi dari tim medis. Identitas korban telah dikantongi oleh petugas dan pihak kedutaan besar terkait sudah mendapatkan laporan mengenai musibah yang menimpa warga negaranya tersebut.
"Kami mendapatkan laporan ada penemuan mayat WNA di kantor imigrasi dan langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk identifikasi," ujar perwakilan kepolisian dalam rilis singkatnya. Kutipan tidak langsung dari pihak berwenang juga menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan kronologi waktu yang tepat sebelum korban masuk ke dalam toilet. Penegakan standar operasional prosedur di ruang detensi dan area publik imigrasi kini menjadi bahan evaluasi internal pasca terjadinya insiden yang cukup mengejutkan ini.
Data statistik menunjukkan bahwa kasus warga asing yang mengalami depresi saat menghadapi masalah hukum di luar negeri memerlukan penanganan psikologis khusus dari pihak terkait. Kejadian di Depok ini menjadi alarm bagi otoritas keimigrasian untuk lebih memperhatikan kondisi mental subjek detensi atau warga asing yang sedang bermasalah dengan izin tinggal. Pengawasan di area sensitif seperti toilet dan ruang tunggu perlu ditingkatkan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di masa mendatang.
Jasad pria berkebangsaan Inggris tersebut telah dievakuasi menuju Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk menjalani pemeriksaan luar dan dalam secara menyeluruh. Proses evakuasi berlangsung cukup cepat dengan bantuan ambulans yang telah bersiaga di depan gedung sejak laporan pertama kali diterima oleh petugas medis. Hingga saat ini, aktivitas pelayanan di Kantor Imigrasi Depok dilaporkan tetap berjalan dengan pembatasan akses di area yang menjadi titik fokus penyelidikan polisi.
Masyarakat dihimbau untuk tidak menyebarkan spekulasi liar atau foto-foto kondisi korban di media sosial demi menjaga perasaan keluarga dan menghormati proses hukum. Penyelidikan mendalam diharapkan mampu menjawab teka-teki di balik alasan korban mengakhiri hidupnya di tempat pelayanan publik yang ramai dikunjungi orang. Kepastian hukum dan hasil penyelidikan akhir akan segera disampaikan kepada publik setelah seluruh rangkaian pemeriksaan teknis dan medis rampung dilakukan oleh tim ahli. (May)*



