INDRAMAYU, SR – Kesehatan dan kebersihan merupakan hak bagi manusia, masalah sampah butuh kesadaran bersama tanpa kecuali masalah sanitasi serius harus menjadi perhatian khusus bagi keinginan industri pangan di wilayah Kecamatan Kedokan Bunder Kabupaten Indramayu. PT Pangan Agrindo Sejahtera (PAS) menyampaikan keluhannya terkait tumpukan sampah masyarakat yang menggunung di lahan kosong milik Pertamina, yang lokasinya tepat berada di depan area produksi perusahaan tersebut. 


Aromanya yang tidak sedap dan mengganggu estetika menjadikan meningkatnya populasi lalat dan berdampak tercemarnya proses produksi beras serta menghambat minat investor yang berkunjung ke perusahaan.


Menanggapi hal tersebut, Camat Kedokan Bunder, Roshadian Purnama SH, melakukan peninjauan langsung ke lokasi didampingi oleh Kasi Trantibum Kecamatan Kedokan Bunder, Badrudin SIP beserta anggota Trantibum dan manajemen PT PAS. Kamis, (05/02/2026).

Camat menegaskan bahwa kehadirannya merupakan bentuk nyata respon pemerintah dalam menandakan persoalan lingkungan agar tidak terjadi pembiaran. 

“Kehadiran kami di sini setelah pertemuan kemarin dan sebagai bentuk pemerintah hadir. Jangan sampai dianggap tidak ada kemajuan,” tegas Roshadian.

iklan sidebar-1


Camat juga menyambut baik langkah proaktif dari PT PAS yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan, meskipun area tersebut bukan merupakan tanggung jawab langsung perusahaan.

“Kami sangat menghargai langkah baik dari PT PAS. Meskipun secara aturan itu tidak mengizinkan mereka untuk mengangkut sampah di lokasi tersebut, namun perusahaan telah mengambil satu atau dua langkah penanganan secara mandiri. Ini menunjukkan kepedulian yang besar karena dampaknya memang langsung dirasakan oleh perusahaan,” ujar Camat.

Dalam pengamatan tersebut, Roshadian Purnama memberikan alasan teknis mengapa sampah di lokasi tersebut sulit dibersihkan secara permanen. Ia menjelaskan bahwa upaya penanggulangan yang terus dilakukan secara rutin, namun penanggulangan yang dilakukan oleh kami tidak akan memberikan hasil yang maksimal tanpa peran serta masyarakat untuk sama-sama menjaga dan tidak membuang sampah sembarangan.

“Sampai saat ini kami terus berupaya mencari lahan untuk pembuatan TPS (Tempat Pembuangan Sementara). Kendalanya, tempat sampah seperti ini tidak bisa diangkut secara teratur karena titiknya tidak tercatat atau terdaftar di Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” jelasnya.