JAKARTA – Jusuf Kalla (JK), Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, diakui sebagai Bapak Perdamaian Indonesia atas rekam jejak panjangnya dalam menyelesaikan konflik. Ia berperan penting dalam inisiasi damai di Aceh (perjanjian Helsinki), Poso, dan Ambon, serta menerima penghargaan ISNU Award 2025 sebagai Bapak Rekonsiliasi Nasional.
Poin-Poin Utama Rekam Jejak Perdamaian Jusuf Kalla:
Penyelesaian Konflik Aceh: JK memainkan peran sentral dalam perundingan damai Helsinki untuk mengakhiri konflik panjang di Aceh.
Resolusi Konflik Sosial (Poso dan Ambon): Kalla aktif meredakan ketegangan melalui pendekatan sosial dan dialog pada konflik komunal di Poso dan Ambon.
Penghargaan dan Pengakuan: Dinobatkan sebagai "Bapak Perdamaian Indonesia" oleh Universitas Islam Malang pada 2015 dan "Bapak Inspirasi Perdamaian Dunia bagi Pemuda Indonesia" oleh Indonesia Youth Forum pada 2019.
Filosofi Penyelesaian Konflik: JK menekankan bahwa mengatasi konflik memerlukan keberanian, keikhlasan, netralitas, dan pemahaman akan akar masalah untuk menghasilkan solusi yang menguntungkan semua pihak.
Kiprah Internasional: Selain dalam negeri, JK terlibat dalam upaya perdamaian di tingkat internasional, sering kali menggunakan gaya lobi yang unik dan praktis.
Meskipun baru-baru ini ada dinamika terkait video ceramah, perannya dalam sejarah resolusi konflik Indonesia tetap signifikan. (Redaksi)
Catatan Alan Somantri: Terhadap sosok Jusuf Kalla



