BOGOR | Ironi Program Makan Bergizi Gratis menjadi lahan pinggiran oknum pihak Yayasan yang menjadi mitra Badan Gizi Nasional melalui dapur SPPG. 

Berdasarkan hasil temuan dan informasi yang dihimpun dilapangan bahwa, terjadinya ketidaksesuaian dalam hal menu makanan di program MBG kuat dugaan oknum pihak Yayasan yang bermain agar merauk untung besar.

Hasil temuan dan keterangan yang didapat oleh awak media ini mengisyaratkan ada permainan diluar Dapur SPPG yang tidak sesuai dengan yang diminta pihak Dapur SPPG, MBG oleh oknum pihak Yayasan yang menjalin kerjasama jelas menjadi krusial dan mencoreng program BGN (MBG) Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Lalu siapa yang harus bertanggung jawab. Menurut salah seorang aktivis LSM KPK Nusantara DPK Jawabarat JM berpendapat. Ya bisa saja itu terjadi karena program tersebut banyak celah bagi oknum yang bermain demi kepentingan dan keuntungan pribadinya. Seperti pihak Yayasan yang menjadi pengesub bahan baku atau bisa juga pihak Yayasan kongkalingkong dengan pihak Dapur SPPG."Ujar JM melalui pesan WhatsApp nya.

Lanjut JM - Hasil temuan kami menunjukkan pihak oknum Yayasan sebagai penyedia bahan baku mengubah menu yang standar dari pihak Badan Gizi Nasional termasuk dari Pihak Dapur SPPG umpamanya saya kata JM, kita beranalogi sebagai kepala SPPG saya ajukan jenis contoh menu makanan ringan selama bulan Ramadhan (Puasa) item makanannya , Pisang Ambon, Kacang Kacangan, Roti, Susu, yang kita ajukan ke pihak Yayasan sudah sesuai dengan kandungan / Nutrisi yang ditentukan oleh ahli Gizi dan lainnya ternyata begitu datang tidak sesuai dengan apa yang kita ajukan nah itu bisa juga.Tapi kita bisa menolak jika itu terjadi ketidak sesuaian bahan baku misalnya."Kata JM.

iklan sidebar-1

Ini kan sudah melenceng ketika rame di Medsos, pemberitaan di media (Wartawan) baru si pihak pengelola Sppg teriak ini tidak sesuai padahal mereka pihak dapur Sppg jika memang apa yang menjadi komitmen dengan Yayasan harusnya berani menyetop bahwa makanannya tidak sesuai dengan kriteria yang di ajukan / diminta pihak SPPG kan begitu itu jelas komitmennya. Dan akhirnya pihak dapur Sppg yang dirugikan." Tandasnya.

Harapan kita semua agar menjadi perhatian serius bagi pemerintah, uang rakyat yang tujuannya untuk rakyat namun faktanya rakyat sudah banyak penolakan adanya MBG karena dianggap sebagai penyebab keracunan bahkan kematian dan mepersubur pejabat MBG dari hasil korupsi.

(m- Red)