Jakarta – Ditengah tengah negara sedang carut marut dan mengalami krisis kepercayaan, Alan Somantri Pemerhati media sosial menyoroti perayaan ulang tahun Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Four Seasons Hotel George V Paris bersama Presiden Prabowo Subianto, yang dinilainya memerlukan klarifikasi mendesak.
Four Seasons Hotel George V Paris merekam banyak cerita, hotel mewah yang pernah disinggahi Greta Garbo, JP Morgan, Marlene Dietricht, dan Beatles ini kini bercerita tentang Teddy Indra Wijaya yang menerima kejutan perayaan ulang tahun ke-37 dari Presiden Prabowo, tulis Rizal dalam tulisannya pada Sabtu, 18 April 2026.
Publik banyak yang geleng-geleng kepala karena perayaan ini dinilai sebagai pemborosan anggaran untuk menginap di hotel berharga ratusan juta rupiah per malam, dan dana yang digunakan harus segera diklarifikasi apakah dari APBN atau sumbangan swasta yang berpotensi gratifikasi.
Geleng kedua yaitu betapa spesialnya Seskab Teddy Indra Wijaya di depan Prabowo, sedemikian perhatian dan terfikirkan untuk membuat kejutan di saat tugas serius kenegaraan ke Perancis, sehingga tidak heran publik bereaksi terhadap peristiwa langka ini.
Prabowo pernah berpidato tentang pengetatan dan penghematan anggaran dengan mengurangi perjalanan dinas, tidak banyak seremoni, menyederhanakan kegiatan, dan perayaan ulang tahun cukup di kantor, namun pidato itu bertolak belakang dengan praktik di lapangan.
Masalah hubungan Prabowo dengan Teddy dipandang tidak lazim oleh publik, dengan tiga kemungkinan penilaian yaitu hubungan Presiden dengan menteri, karena jarak usia Prabowo menganggap Teddy seperti anak, atau hubungan spesial model pasangan kekasih.
Yang ketiga ini berbahaya dan tidak normal atau sakit, karena Teddy itu laki-laki, dan kita tidak boleh punya Presiden penyukai sesama jenis, cetus Alan dengan nada kritis.
Skandal ulang tahun spesial di Four Seasons Hotel George V Paris harus diklarifikasi dan diusut karena terkait dengan moral, karakter, dan agama seorang Presiden RI.
Para ulama, rohaniawan, cendekiawan, dan aktivis keagamaan harus mulai peduli dengan keadaan pemimpinnya, karena jika abai maka murka Tuhan akan datang, peringat Alan



