Cirebon, sorotrepublika.com - Selasa, 23/7/2024 Seorang jurnalis yang juga Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) DPC Kota Cirebon, Raden Kemal, berhasil mengungkap kasus perdagangan manusia yang melibatkan warga negara Indonesia di Kamboja. Keberhasilan ini tidak hanya membawa kebahagiaan bagi korban, tetapi juga menjadi bukti nyata upaya seorang jurnalis dalam membela kemanusiaan.

Raden Kemal mengisahkan perkenalannya dengan seorang wanita bernama Silvia di Facebook. Silvia, yang mengaku sebagai sales marketing produk kecantikan di Medan, menarik perhatian Kemal. Namun, insting jurnalistiknya mencium kejanggalan dalam percakapan mereka. Setelah beberapa pertanyaan menjebak, terungkap bahwa identitas Silvia adalah fiktif dan terlibat dalam sebuah lingkaran penipuan yang menggunakan robot.

Kecurigaan Kemal semakin kuat ketika ia memaksa untuk berbicara langsung melalui telepon. Silvia setuju, namun meminta waktu untuk persiapan. Kemal mengecek nomor telepon Silvia dan menemukan bahwa nomor tersebut berasal dari Jawa Timur. Akhirnya, Kemal mengungkapkan identitasnya sebagai wartawan dan Ketua PWRI DPC Kota Cirebon. Silvia nampak langsung menghindar kemudian menutup teleponnya.

Beberapa saat kemudian, seseorang bernama Fahrizal menghubungi Kemal dan mengaku sebagai Silvia. Fahrizal mengungkapkan bahwa ia terpaksa melakukan penipuan tersebut karena diperintah oleh bosnya. Ia saat ini berada di Kamboja sebagai korban perdagangan manusia, bersama dengan lima orang lainnya dari Medan dan Aceh. Mereka bertugas sebagai "scamlove", menipu pria, agar mentransfer sejumlah uang, dengan target bulanan sebesar 60 juta rupiah per orang, dan jika target tidak tercapai mereka bisa di siksa sampai di Strom bahkan dijual lagi entah kemana.

Fahrizal dan rekan-rekannya memohon bantuan Kemal sebagai wartawan untuk membantu mempercepat proses pelaporan mereka ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) agar proses pembebasan mereka dipercepat. mereka pernah melapor tapi sejauh ini belum ada perkembangan, Mereka mengirimkan data seperti KTP dan titik lokasi di Phnom Penh Kamboja, termasuk share location alamat gedung dan lantai tempat mereka disekap : 

iklan sidebar-1

Nama Perusahaan Golden Wealth V Casino

Lek Muoy Preah Sihanouk, Kamboja

Gedung 10 Lantai 8 No 801, lantai 2 No 226

Kemal segera menghubungi ketua PWRI DPD Jabar Dr. H. Hermawan SH. MH., karena PWRI memiliki posbakum, dan H Hermawan menyatakan siap membantu mereka, Kemal juga meminta salah satu dari mereka menghubunginya lewat nomer HP yang katanya di sadap oleh si Boss, disitu kemal bercerita, PWRI akan menindaklanjuti kasus ini kepada Kementrian Luar negeri, dan KBRI di Kamboja, juga berencana memviralkan kasus ini di Indonesia untuk menarik perhatian publik, hal ini dilakukan Kemal tentunya agar para mafia perdagangan manusia itu mendengar, karena menurut cerita mereka masih orang Indonesia juga yang bekerja untuk orang China