BOGOR — Alkisah Sering dianggap “orang tua biasa”. Padahal, di balik rambut putih dan langkah gontai , ada sejarah panjang yang tidak dimiliki generasi muda, mereka mungkin pernah terjatuh dan bangkit lagi tanpa ada yang tahu, pernah patah hati, pernah nekat, bahkan mungkin pernah merasa paling hebat di zamannya.

Karena itu, dimasanya sebenarnya adalah “perpustakaan hidup”. Dari mereka, kita yang mungkin Masi merasa menjadi anak muda bisa belajar tentang kesabaran, etika, perjuangan, dan cara bertahan menghadapi hidup yang tidak selalu mudah dan ramah.
Yang muda hari ini sering merasa kuat dan punya banyak waktu. Padahal, tidak ada jaminan semua orang bisa menikmati usia tua. Ada yang dipanggil lebih cepat karena sakit, kecelakaan, atau berbagai sebab lainnya.
Maka, melihat semasa hidupnya seharusnya bukan sekadar melihat orang yang karena menua, tetapi melihat kemungkinan diri kita di masa depan.
Pada saat yang sama ada hal penting yang juga perlu diingat kaum lansia, mereka tidak boleh hidup hanya dengan memeluk masa lalu.
Dulu mungkin pernah kaya, terkenal, disegani, atau punya jabatan tinggi. Tapi hidup terus berjalan. Dunia berubah cepat.
Masa lalu adalah cerita, bukan tempat tinggal.
Menjadi tua memang pasti, tetapi menjadi bijak adalah pilihan.
Jadilah kita nanti Lansia yang tetap rendah hati, mau belajar, menjaga humor, dan tidak merasa paling benar biasanya justru dicintai anak muda. Sebaliknya, anak muda yang menghormati lansia sejatinya sedang menghormati masa depannya sendiri.



