BOGOR – Pada bulan syawal sekelompok anak muda menghadiri resepsi pernikahan. Salah seorang diantaranya melihat guru SD nya.
Murid itu menyalami gurunya dengan penuh penghormatan, seraya berkata: "Masih ingat saya kan pak guru?” ujar mantan muridnya.
Gurunya menjawab: “tidak”
Murid itu bertanya keheranan "masa sih pak guru tidak ingat saya"
Saya kan... murid yang mencuri jam tangan salah seorang teman di kelas, mempertegas agar guru mengenalinya.
Diceritakan lah oleh mantan muridnya, "ketika anak yang kehilangan jam itu menangis, panjenengan (gurunya) menyuruh kami semua untuk berdiri karena akan dilakukan penggeledahan di saku para muridnya."
"Saya berfikir bahwa saya akan dipermalukan dihadapan para murid dan para guru, dan akan menjadi tumpahan ejekan dan hinaan, mereka akan memberikan gelar kepadaku "pencuri" dan diriku pasti akan hancur, selama lamanya."
" Kemudian Dulu anda menyuruh kami berdiri menghadap tembok dan menutup mata kami semua."
"Lalu anda menggeledah kantong kami, dan ketika tiba giliran saya, panjenengan ambil jam tangan itu dari kantong saya, dan anda lanjutkan penggeledahan sampai murid terakhir."


