SOROTREPUBLIKA, KotaDepok | – Prestasi adalah hasil yang dicapai dari suatu usaha, belajar, atau kerja keras yang dilakukan seseorang. Meliputi pencapaian akademik (nilai, lomba), nonakademik (seni, olahraga), hingga perilaku positif dan dampak sosial. Prestasi bukan hanya soal trofi, tetapi juga dedikasi dan peningkatan diri


Seperti dalam kepemerintahan pasangan Walikota dan Wakil Walikota Depok, Supian Suri – Chandra Rahmansyah (SS-Chandra), berlangsung satu tahun. Namun, pada tahun pertama masa jabatannya, SS-Chandra, menuai kontroversi karena terhentinya rencana pembangunan Masjid Agung, di Margonda hingga penghapusan bantuan Santunan Kematian (Sankem) yang sudah berjalan selama 20 tahun terakhir.

Bahkan, Anggota DPRD Kota Depok, Bambang Sutopo sempat mengingatkan soal sejarah dan rekam jejak digital akan mencatat seorang pemimpin, di Kota Depok menghapus secara suka-suka anggaran Masjid Agung di Margonda hingga anggota menghentikan santunan kematian untuk keluarga yang sedang bersumpah.

Bambang khawatir kebijakan Walikota yang tanpa perhitungan matang itu justru akan menjadi rekam jejak buruk yang akan mencatat sejarah Kota Depok.

Pasalnya pembangunan Masjid Agung Margonda dan bantuan Sankem dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat Depok khususnya.

iklan sidebar-1

Ia menyandikan, bahwa politik memang bisa berubah ya, teman Koalisi juga bisa berubah. Tapi kebutuhan rumah ibadah masyarakat Kota Depok, yang jelas-jelas sudah izin tiba-tiba digeser. kan ga enak nanti kalau dicap atau dikenang Walikota yang membatalkan Masjid, kan ga asik gitu ya. “Jadi, seharusnya dilakukan saja dulu pembangunan Masjid, karena anggarannya sudah jelas, lahannya sudah ada, tinggal bangun, susah apanya?” sebut saja Bambang Sutopo.

Ia juga mengingatkan soal sejarah dan rekam jejak digital akan mencatat seorang pemimpin di Kota Depok menghapus secara suka-suka anggaran Masjid Agung di Margonda hingga memberhentikan santunan kematian untuk keluarga yang sedang ketakutan.

“Bahkan yang terakhir, dibawah kepemimpinan SS-Chandra, sebanyak 281.725 Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan Depok di aktifkan per 31 Januari 2026,” politisi PKS Kota Depok itu.

Sebelunnya juga Kadinkes Kota Depok Devi Maryori saat Konferensi Pers di Balai Kota Depok, Jumat (6/2), mengungkapkan, bahwa dari total penerima PBPU BP Pemda sebanyak 365.182 jiwa, terdapat 216.370 peserta yang tidak lagi masuk dalam kelompok desil 1 sampai 5 sehingga kepesertaannya berakhir pada Januari 2026.