KOTA DEPOK, SR – Kondisi saluran air terbuka di kawasan Kemiri Muka, Kecamatan Beji, Kota Depok, menuai keluhan warga. Pasalnya, sejak dilakukan penertiban dan pembongkaran bangunan pada akhir tahun 2025, hingga kini belum ada tindak lanjut pengaturan dari pemerintah setempat.

Ketua RW 015 Kemiri Muka, Arif Afifullah, mengungkapkan bahwa saluran air yang dibiarkan terbuka tersebut menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu aktivitas warga.

Iklan paragrap dua

“Bau yang muncul didominasi oleh limbah bulu dan darah hasil pemotongan ayam dari pasar Kemiri Muka,” ujarnya, Jumat (10/4).


Selain masalah bau, kondisi saluran yang terbuka juga dinilai membahayakan. Arif menyebut sudah beberapa kali kendaraan terperosok ke dalam saluran air yang berada di samping rel tersebut.

“Sudah berkali-kali mobil terperosok karena saluran tidak ditutup atau dirapikan,” tambahnya.

iklan sidebar-1

Warga berharap Pemerintah Kota Depok segera mengambil langkah nyata untuk menutup dan menata ulang saluran air tersebut. Hal ini dinilai penting, tidak hanya untuk kenyamanan lingkungan, tetapi juga untuk keselamatan pengguna jalan.

Arif juga menekankan bahwa pengaturan yang baik dapat mencegah munculnya kembali bangunan pembohong di sepanjang saluran tersebut.

“Kami berharap segera ada tindakan, agar lingkungan lebih tertata dan tidak ada lagi bangunan liar yang berdiri di lokasi tersebut,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kota Depok terkait rencana penanganan saluran air di kawasan tersebut. Wahyuni