SOLORAYA, SR — Pemberian mandat oleh AA LaNyalla Mahmud Mattalitti sebagai ketua umum Pengurus Besar Muaythai Indonesia ( PB.MI ) kepada beberapa PLT di berbagai daerah, salah satunya diberikan kepada Yohan Mulya Legowo sebagai PLT ketua MI Jawa Tengah.


Polemik internal dengan adanya Surat Mosi Tidak Percaya dan Permintaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) dari 28 Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia yang juga ditembuskan kepada Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat sebagai Induk Cabang Olahraga Prestasi di Indonesia serta kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia selaku penyelenggara urusan pemerintahan di bidang olahraga, Ketua Umum Pengurus Besar Muaythai Indonesia masa bakti 2026-2030 menyampaikan penjelasan obyektif dan faktual dengan mengacu kepada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muaythai indonesia.

Dari surat-surat tersebut, permintaan Munaslub yang didasari tuduhan bahwa Ketua Umum PB.MI telah melakukan Pelanggaran terhadap AD/ART Muaythai Indonesia. Yang pada pokoknya didalilkan dengan beberapa tuduhan yang tidak berdasar,

Fakta bahwa tuduhan kepada Ketua Umum PB.MI telah melakukan pelanggaran AD/ART karena tidak melaksanakan program kerja dan tidak menjalankan hasil Rapat Kerja Nasional adalah tuduhan yang tidak berdasar dan nyata-nyata merupakan fitnah dan perbuatan melawan hukum yang merugikan harkat dan martabat Ketua Umum PB.MI.

Ketua Umum PB.MI sukses melaksanakan program kerja diantaranya melaksanakan, 1.Mandatory Event, 2.Penataan berdasarkan usulan bidang IV PB.MI, 3.Prestasi Atlit SEA Games XXXIII 2025 Thailand, 4.Dasar pemilihan Atlet di Tingkat Internasional, 5.Asian Muaythai Championship Vietnam, 6.Pembagian Tugas Pembinaan dari PB,Pengprov dan/ Pengkot, 7.Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub)

iklan sidebar-1
Iklan paragrap lima

Pada kesepakatan lain dalam sambutannya usai terpilih, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan serta menegaskan fokus ke depan pada penguatan organisasi dan prestasi atlet.

“Fokus kita memperkuat tata kelola, menjaga soliditas, dan meningkatkan prestasi atlet. Seluruh Insan Muaythai Indonesia harus menjunjung integritas dan bergerak dalam satu komando,” ujar LaNyalla, Jumat (10/4/2026).

Ia juga mengingatkan seluruh elemen Muaythai Indonesia untuk menjaga integritas serta tidak memanfaatkan organisasi untuk kepentingan pribadi. PB.MI, lanjutnya, dalam AD/ART hasil perubahan, yang sebelumnya dilakukan dalam Musyawarah Luar Biasa usai Rapat Kerja Nasional, telah membentuk Badan Yudisial yang terdiri dari Komite Disiplin, Komite Banding, dan Komite Etik untuk menegakkan aturan secara tegas.

Selain itu, LaNyalla mengajak seluruh jajaran organisasi untuk kembali fokus pada program strategis, termasuk pembinaan atlet dan persiapan menghadapi berbagai ajang penting seperti Pekan Olahraga Nasional Beladiri, Kejuaraan Nasional 2026, serta persiapan menuju SEA Games Malaysia 2027.